Categories
Pendidikan

Batuan Beku

Batuan Beku

batuan beku
batuan beku

Ada berbagai Jenis Batu Beku yang terdapat di alam Negara Indonesia, jelas saja batu batu tersebut termasuk kedalam salah satu kekayaan alam yang dapat membantu perekonomian terutama bagi masyarakat sekitar. Ini merupakan berkah melimpah yang diberikan oleh TuhanYang Maha Esa untuk alam Indonesia, karena memang qualitas dari bebatuan Indonesia termasuk kedalam bebatuan yang bagus. Bahkan bebatuan di Indonesia sangat banyak dan dapat kita jumpai dimanapun dengan jenis yang berbeda beda. Kita dapat membedakan jenis bebatuan jika melihat dari ciri ciri seperti proses pembentukan, berat batu, dan tekstur dari batu itu sendiri.

Sedangkan untuk menemukan bebatuan tersebut ada dibanyak tempat, seperti di pegunungan, di sungai dan lain lain. Manfaat dari bebatuan tersebut juga sangat banyak, terutama dalam hal pembangunan umumnya menggunakan salah satu jenis batu untu bahannya. Sedangkan jika dilihat secara umum, batu juga dapat dijadikan untuk sumber penghasilan bagi sebagian orang yang memiliki tambang sendiri atau bagi mereka yang bekerja mencari batu dan menjualnya. Sementara dalam proses pembentukan batu itu sendiri dapat dikategorikan jenis bebatuannya dengan kata lain kita dapat mengetahui jenis batu dari proses pembentukan alam yang terjadi.

Salah satu jenis batu yang mengalami proses pembentukan adalah Jenis Batuan Beku. Diketahui bahwa batuan jenis ini terbentuk dari sebuah proses pengerasan dari magma yang sangat dingin dan juga keras. Sementara bebatuan jenis ini mempunyai nama lain dalam bahasa yang lain yaitu bahasa Latin, nama jenid batuan ini adalah IGNEUS/ IGNIS. Adapun makna dari bahsa latinnya ialah Api. Untuk mengetahui apa saja batu yang termasuk kedalam Jenis Batuan Beku ini, silahkan kalian simak penjelasannya dibawah ini. Namun sebelum itu ada baiknya jika kalian fahami terlebih dahulu apa pengertian dari Batuan Beku itu sendiri, berikut Uraiannya.

Apa Itu Batuan Beku?

Yang dimaksud dengan Batuan Beku atau Arti Dari Batuan beku adalah salah satu jenis batu yang diahsilkan atau berasal dari magma yang mengalami proses pengerasan atau dengan kata lain batuan dari magma yang membeku. Itu artinya magma yang semula atau awalnya berbentuk cair kemudian berubah bentuk menjadi keras atau padat dan membentuk batu, sehingga batu tersebut dinamakan dengan batuan beku. Sementara untuk pembentukan batu itu sendiri dapat terjadi di dua tempat yaitu proses pembekuan Plutonik dan Vulkanik.

Proses pembekuan yang dinamakan Plutonik/ Intrusif adalah pembentukan yang terjadi saat magma ada dipermukaan Bumi. Sementara proses pembentukan yang terjadi saat magma ada diatas permukaan Bumi disebut dengan Vulkanik/ Ekstrusif. Adapun cara untuk mengenal Batuan Beku itu dapat diketahui dari berbagai cirinya, simak penjabarannya berikut.

Karakter Dari Jenis Batuan Beku

Untuk membedakan jenis batuan beku dengan jenis batuan lainnya, kita dapat melihatnya dari karakter batu itu sendiri. Ada banyak perbedaaan yang dapat kita kenali dalam hal ini. Ini dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam pengenalan antara Batuan beku dan batuan yang lainnya. Sementara cara untuk mengenali karakter dari batuab Beku itu sendiri adalah :

  1. Dilihat Dari Warna

Dengan melihat warna dari batu kita akan dapat dengan mudah untuk mengenali jenis dari batu tersebut. sementara yang terkategorikan kedalam Jenis Batuan Beku memiliki beragam warna, ini berdasarkan dari penyusun batuan beku tersebut. Dengan adanya perpaduan mineral yang terjadi kemudian membentuk berbagai warna pada Btuan Beku. Sedangkan warna umum dari Batuan Beku adalah putih cerah, hitam, dan lain lain.

  1. Dilihat Dari Tekstur

Tekstur dari abtuan beku juga menjadi salah satu faktor yang mudah untuk mengenali jenis batuan ini. Ini juga didasari oleh komposisi dan mineral yang terkandung dalam batu tersebut. adapun mineral pada batuan beku sangat erat kaitannya dengan granularitas, kristalinitas, dan bentuk dari kristal.

  1. Kristanilitas

Ini adalah tingkat derajat yang ada pada batuan beku saat pembentukannya. Yang berguna untuk mengurai partikel penyusun berbentuk kristal atau tidak, serta penentuan antara bentuk kasar dan halusnya dari batuan beku tersebut. Sementara ada tiga tingkat dari kristanilitas yaitu :

  • Hipokristalin = sebagian penyusun untuk batuan beku berdasarkan massa kristal dan massa gelas.
  • Holokristalin = penyusun batuan beku secara keseluruhan yang berdasarkan dari kristal
  • Holohialin = ialah yang dimaksud dengan susunan dari batuan berdasarkan dari massa gelasnya

 

  1. Visualisai Granualitas

Sementara yang diartikan dengangranualitas ialah, ukuran yang ada pada batuan beku dan ini dibagi menjadi dua jenis :

  • Afanitik = yaitu batuan beku yang mempunyai struktur yang bisa disebut dengan butiran yang begitu halus dan membbuat kristalnya tak dapat diamati tanpa menggunakan alat ( menggunakan Mikroskop )
  • Fanerik = ini terbuat dari batuan beku juga dan ini dapat dilihat atau diamatai dari penyusun mineralnya.

 

  1. Bentuk ( Kristal )

Bentuk kristal ini tidak termasuk dalam sifat menyeluruh dari batuan beku, namun untuk mengenalinya kita juga dapat melihat dari bentuk kristal ini. Sementara ada tiga macam bentuk dari jenis ini yaitu ;

  • Subhedral = sebagian batas kristal tak terlihat
  • Euhedral = bentuk asli kristal yang menjadi batas kristal
  • Anhedral = tidak terdapat kristal yang asli pada batuan

 

Macam Macam Batuan Beku

Terdapat banyak jenis batuan beku yang dapat kita kenali dengan mudah dan umum atau sering kita temukan, antara lain adalah :

  1. Batu Apung = batu yang berwarna coklat berpadu dengan abu abu dan memiliki rongga
  2. Batu Granit = batu dengan struktur kasar dan berwarna warni
  3. Batu Opsidian = batu yang memiliki ciri seperti kaca dan berwarna hitam
  4. Batu Basal = disebut dengan batu lava berwarna hijau keabuan tersusun dengan butiran kecil
  5. Batu Andesit = batu berwarna putih keabuan dan mirip dengan batuan basal
  6. Batu Granodiorit = batuan plutonik terdiri dari hornblende dan blotit hitam, plagioklas, serta kuarsa.
  7. Batu Gabro = batuan plutonik yang gelap mirip basal
  8. Dan masih banyak lagi yang lainnya

Demikianlah pembelajaran kita kali ini mengenai Jenis Batuan Beku yang telah kami bahas untuk kami bagikan pada kalian semua. Terus ikuti artikel kami yang menarik lainnya berkaitan dengan berbagai bidang pelajaran dan ilmu pengetahuan. Kami berharap ini dapat memberikan manfaat untuk kalian dan selamat membaca kembali.

 

Baca Juga :

Categories
Pendidikan Umum

Pengapuran Tulang

Pengapuran Tulang

Pengapuran Tulang
Hampir semua orang pernah mengalami nyeri sendi. Masyarakat sering keliru menganggap semua nyeri sendi disebabkan oleh asam urat atau penyakit rematik. Kedua penyakit ini memang dapat menyebabkan nyeri sendi, tetapi sebenarnya jarang terjadi. Penyakit lain yang sering dianggap dapat mengakibatkan nyeri sendi adalah kolesterol dan osteoporosis. Anggapan tersebut keliru karena kolesterol dan osteoporosis tidak pernah menyebabkan nyeri sendi.

Penyebab utama nyeri sendi pada usia di atas 45 tahun, khususnya lutut dan pinggul, adalah pengapuran sendi. Pada usia di bawah 45 tahun, penyebab utama nyeri sendi adalah peradangan otot akibat aktivitas fisik yang berlebihan atau karena cidera olah raga.

Pengapuran sendi atau osteoartritis adalah suatu penyakit di mana tulang rawan sendi menipis. Tulang rawan berfungsi melapisi ujung tulang pembentuk sendi, sehingga sendi dapat bergerak bebas tanpa rasa nyeri.

Fungsi tulang rawan sendi dapat diibaratkan seperti fungsi ban yang melapisi velg kendaraan sehingga mobil dapat bergerak bebas tanpa hambatan. Sama seperti ban mobil yang akan menipis karena aus akibat bergesekan dengan jalan, demikian juga tulang rawan sendi akan aus dan menipis karena saling bergesekan setiap kali sendi bergerak.

Jika tulang rawan sendi rusak dan menipis, ujung tulang pembentuk sendi akan saling bertemu dan bergesekan langsung tanpa pelapis tulang rawan, sehingga menimbulkan nyeri sendi.

 

Penyebab Pengapuran Tulang

Penyebab penipisan tulang rawan pada pengapuran sendi tidak diketahui secara pasti dan dianggap sebagai bagian dari proses penuaan. Setiap orang akan mengalami pengapuran sendi dengan derajad yang berbeda-beda.

Selain sebagai bagian dari proses penuaan, pengapuran sendi dipandang sebagai akibat dari beberapa faktor resiko sebagai berikut:

  • wanita berusia lebih dari 45 tahun;
  • kelebihan berat badan;
  • aktifitas fisik yang berlebihan, seperti para olah-ragawan dan pekerja kasar;
  • menderita kelemahan otot paha; atau
    pernah mengalami patah tulang di sekitar sendi yang tidak mendapatkan perawatan yang tepat.

 

Gejala – Gejala Pengapuran Tulang

Gejala pengapuran sendi stadium dini biasanya berupa nyeri dan kekakuan sendi setelah lama tidak bergerak, seperti setelah bangun tidur atau setelah duduk dalam waktu lama. Sendi lutut juga terasa sakit jika digunakan untuk berjalan, naik-turun tangga, atau berjongkok. Sering terdengar bunyi “krek-krek” pada saat sendi lutut digerakkan.

Pada stadium lanjut, selain rasa sakit yang semakin hebat, sendi lutut menjadi bengkok seperti huruf O atau huruf X.

Pada foto Rontgen, celah sendi lutut yang mengalami pengapuran sendi tampak lebih sempit dibanding celah sendi yang normal.

Derajad penyempitan celah sendi pada foto Rontgen inilah yang digunakan untuk menentukan berat ringannya (stadium) pengapuran sendi. Ada 4 stadium pengapuran sendi, yaitu stadium 1 dan 2 dikategorikan sebagai pengapuran sendi ringan, sedangkan stadium 3 dan 4 sebagai pengapuran sendi berat.

Pada stadium 1, celah sendi masih normal lebar, tetapi ada rasa nyeri pada sendi lutut. Celah sendi pada stadium 2 lebih sempit dibanding normal. Sementara pada stadium 3, celah sendi sangat sempit dan pada stadium 4, celah sendi menutup; keadaan ini disebabkan karena lapisan tulang rawan yang melapisi ujung tulang dan “mengisi” celah sendi telah hilang sama sekali.

 

Pengobatan Pengapuran Tulang

Pengobatan tergantung pada stadium pengapuran sendi. Pengobatan untuk pengapuran sendi derajat ringan (yaitu stadium 1 dan 2) terdiri atas

  1. menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan,
  2. latihan untuk menguatkan otot paha dan pinggul serta untuk menjaga kebugaran tubuh, seperti berenang dan naik sepeda,
    obat anti-radang dan anti-nyeri,
  3. suplemen yang mengandung glukosamin untuk menumbuhkan tulang rawan, serta
  4. obat pelumas sendi yang mengandung asam hialuronat dan yang perlu disuntikkan ke dalam sendi. Orang awam sering menyebut obat yang terakhir tersebut sebagai penambah ”oli sendi”.

Suntikan obat pelumas sendi hanya bermanfaat untuk pengapuran sendi ringan (stadium 1 dan 2). Untuk pengapuran sendi berat (stadium 3 dan 4) obat tersebut tidak bermanfaat karena tulang rawan sendi pada umumnya tidak hanya menipis, tetapi telah hilang sama sekali sehingga tidak ada lagi tulang rawan yang tersisa untuk dilumasi lagi.

Cukup banyak pasien yang kecewa telah mendapat suntikan obat pelumas sendi, tetapi tidak sembuh. Banyak diantaranya mendapat suntikan 5 sampai 10 kali pada kedua lututnya, tetapi tetap terasa nyeri. Hal ini disebabkan karena mereka telah mengalami pengapuran sendi stadium 3 atau 4 sehingga obat pelumas sendi tidak bermanfaat.

Oleh karena itu, bentuk pengobatan non-operasi tersebut di atas biasanya hanya bermanfaat untuk pengapuran sendi ringan (stadium 1 dan 2) dan tidak memberikan hasil yang memuaskan untuk derajad yang berat. Untuk pengapuran sendi berat (yaitu, stadium 3 dan 4), pilihan pengobatan terbaik yang tersedia adalah operasi penggantian sendi.

 

Operasi Penggantian Sendi

Operasi penggantian sendi adalah operasi yang dilakukan untuk mengganti sendi yang telah rusak dengan sendi buatan yang disebut prostesis. Operasi penggantian sendi paling banyak dilakukan pada sendi lutu dan sendi pinggul karena kedua sendi tersebut paling sering mengalami kerusakan akibat pengapuran sendi.

Pencegahan Karena sebagai bagian dari proses penuaan, pengapuran sendi sebenarnya tidak dapat dicegah. Yang dapat dilakukan adalah mengurangi resiko timbulnya pengapuran sendi, dengan cara (1) menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan, (2) tidak melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat, (3) segera memeriksakan diri jika menderita nyeri sendi.

Apa itu Pengeroposan Tulang?

Organisasi kesehatan dunia (WHO) mendefinisikan osteoporosis sebagai penyakit tulang keropos, karena pada sebagian besar penderita osteoporosis, massa tulangnya berkurang atau mengalami penyusutan. Hal ini terjadi karena persediaan kalsium didalam tulang berkurang sehingga menyebabkan tubuh mengambil kalsium dari tulang dan lama kelamaan tulang menjadi keropos, sehingga tulang menjadi tidak kuat menahan beban berat. Bahkan, benturan ringan sekalipun dapat menyebabkan patah tulang.

Penderita osteoporosis masih dapat melakukan aktivitas fisik, meski dengan beban yang terkontrol alias tidak terlalu berat. Mereka yang mengidap penyakit ini dapat melakukan senam khusus osteoporosis yang bertujuan untuk membiasakan tulang tubuh menahan beban dan penguatan otot.

Selain olahraga ringan, juga dianjurkan untuk mengonsumsi vitamin yang cukup. Asupan vitamin yang diperlukan bagi penderita osteoporosis, antara lain vitamin D, C, B6, B12, dan folat. Sementara mineral yang dibutuhkan antara lain magnesium dan kalsium

 

Perbedaan antara pengapuran sendi (osteoartritis) dengan pengeroposan tulang (osteoporosis) :

Osteoporosis kelainannya terjadi pada tulang terutama tulang belakang dan panggul, sedangkan osteoartritis kelainannya terjadi pada persendian terutama persendian penyangga berat badan seperti lutut dan pergelangan kaki.
Penderita osteoporosis memerlukan asupan kalsium yang memadai, baik dengan susu berkalsium atau suplemen kalsium, sedangkan pada osteoartritis tidak ada hubungan langsung dengan kebutuhan kalsium, yang diperlukan adalah obat-obat untuk menghilangkan sakit dan vitamin-vitamin untuk sendi misalnya glukosamin.
Osteoporosis tidak menimbulkan rasa nyeri pada tulang kecuali sudah terjadi patah tulang, sedangkan penderita osteoartritis akan selalu merasakan nyeri pada sendi saat melakukan aktivitas sehari-hari.
Untuk mengetahui derajat kekroposan tulang dapat dilakukan dengan pemeriksaan yang disebut densitometri tulang atau BMD sedangkan untuk pengapuran sendi dilakukan dengan pemeriksaan rontgen sendi.

 

Sumber : https://sarjanaekonomi.co.id/

Categories
Pendidikan

Kegunaan Ayat Jurnal Penutup Dan Jurnal Balik

Kegunaan Ayat Jurnal Penutup Dan Jurnal Balik

Kegunaan Ayat Jurnal Penutup Dan Jurnal Balik

JURNAL PENUTUP ( CLOSSING ENTRIES)

Jurnal penutup sangat dibutuhkan pada proses akhir pembuatan laporan keuangan. Tujuan dari pembuatan ayat jurnal penutup ini adalah menutup semua perkiraan sementara terhadap rekening atau akun sebagai berikut :
a. Pendapatan
b. Beban
c. Modal usaha

Sebagai contoh :
Diketahui data-data dibawah ini dari Laporan Keuangan PT. Andhika Pratama
a. Pendapatan senilai Rp. 25.000.000
b. Beban senilai Rp. 10.000.000
c. Modal usaha senilai Rp. 30.000.000
d. Pengambilan pribadi senilai Rp. 750.000

 

Contoh Jurnal Penutupnya adalah sebagai berikut :

  1. Membuat ayat jurnal penutup untuk rekening Pendapatan

Revenue                      Rp.25.000.000

                        Income Summary                            Rp. 25.000.000

  1. Membuat ayat jurnal penutup untuk rekening Beban

Income Summary    Rp.10.000.000

                        Expense                                               Rp.10.000.000

  1. Membuat ayat jurnal penutup untuk rekening Modal usaha

Capital Stock              Rp. 30.000.000

                        Income Summary                            Rp.30.000.000

  1. Membuat ayat jurnal penutup untuk rekening Pengambilan pribadi

Capital stock               Rp. 750.000

                        Prive                                      Rp. 750.000

 

JURNAL PEMBALIK (REVERSING EANTRIES)

Ayat jurnal pembalik sangat berguna untuk menutup perkiraaan yang berhubungan dengan hal komitmen dan kontijensi.
Komitmen adalah yang berhubungan dengan hal-hal yang masih harus dibayar, sedangkan Kontijensi adalah yang berhubungan dengan hal-hal yang masih dapat diterima.

Contoh :
a. Beban yang masih harus dibayar
b. Pendapatan usaha yang masih dapat diterima
c. Beban yang dibayar di muka
d. Pendapatan yang diterima di muka

Contoh :

Pada tanggal 25 Desember 2012, perusahaan telah menetapkan gaji karyawan sebesar Rp.25.000.000, an akan di bayar pada tanggal 2 Januari 2013. Maka jurnal-jurnal yang berlaku adalah sebagai berikut :

  1. Pada saat pembebanan ( 25 Desember 2012)

Salaries Expense                      Rp. 25.000.000

                        Salaries Payable                                                Rp. 25.000.000

  1. Pada saat tutup buku ( 1 Januari 2013)

Salaries Payable                        Rp. 25.000.000                                   Reversing

                        Salaries Expense                              Rp. 25.000.000

  1. Pada saat membalikkan ( reversing ) ( 2 Januari 2013)

Salaries Expense                      Rp. 25.000.000

                        Cash                                                      Rp. 25.000.000

 

 

Baca Juga Artikel Lainnya :